Jumat, 28 Mei 2010

Jurnal laporan keuangan

ABSTRAK

Laporan keuangan laporan keuangan adalah laporan akuntansi utama yang mengkomunikasikan informasi keuangan kepada pihak-pihak yang berkepentingan, sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan ekonomi.

.Analisis rasio merupakan pilihan yang terbaik, karena penggunaan analisis rasio dapat diketahui perkembangan perusahaan dan kondisi keuangan saat ini.

Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi, Likuiditas, Solvabilitas, dan Rentabilitas perusahaan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian dengan melakukan observasi untuk memperoleh data. Data yang digunakan adalah data primer dari laporan keuangan yang diperoleh dengan tinjauan langsung keperusahaan tersebut. Alat analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif statistik dan analisis rasio.

PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah

Salah satu tujuan dari perusahaan adalah untuk mendapatkan keuntungan. Untuk mengetahui apakah perusahaan mendapatkan keuntungan atau kerugian maka dibuatlah laporan keuangan. Laporan keuangan merupakan media informasi yang digunakan perusahaan untuk melaporkan keadaan dan posisi keuangan pada suatu tanggal tertentu serta hasil yang telah diperoleh selama suatu periode tertentu kepada pihak-pihak yang berkepentingan terutama kreditor, investor dan pihak manajemen perusahaan itu sendiri.

Pihak kreditor dan investor memerlukan informasi laporan keuangan dalam mengambil keputusan penanaman modal. Sedangkan bagi pihak manajemen perusahaan, informasi dalam laporan dapat dijadikan evaluasi atas semua strategi yang telah dilaksanakan, serta menentukan rencana dan strategi baru yang lebih baik agar dapat berkembang. Agar dapat memberikan informasi yang lebih berarti bagi para pengguna laporan keuangan, dibutuhkan suatu alat untuk menganalisis laporan keuangan tersebut. Salah satunya yang dapat digunakan adalah rasio keuangan. Penggunaan analisis tersebut merupakan suatu cara untuk mengetahui kondisi dan perkembangan keuangan perusahaan serta memudahkan pengguna laporan keuangan dalam menilai laporan keuangan tersebut.

Laporan keuangan yang dikeluarkan untuk perusahaan memberikan informasi posisi dan kondisi keuangan perusahaan. Akan tetapi, laporan tersebut perlu dianalisis lebih lanjut dengan analisis keuangan yang ada untuk mendapatkan informasi yang lebih berguna dan lebih spesifik dalam menjelaskan posisi dan kondisi keuangan perusahaan. Adapun cara analisis yang dapat dipergunakan yaitu rasio likuiditas, rasio solvabilitas, dan rasio rentabilitas.

Analisis dengan rasio likuiditas akan memberikan informasi seberapa besar kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban yang harus dipenuhi. Analisis ini dapat digunakan oleh pihak internal perusahaan untuk menjaga tersedianya alat-alat yang likuid untuk membiayai kegiatan operasionalnya. Sedangkan pihak eksternal hal tersebut bisa dapat dijadikan sebagai dasar pertimbangan dalam mengambil keputusan bisnis terhadap perusahaan.

Analisis dengan rasio solvabilitas memberikan informasi tentang kemampuan perusahaan untuk memenuhi segala kewajiban finansialnya apabila perusahaan tersebut akan dilikuiditasi. Informasi dari rasio solvabilitas sangat berguna bagi kreditor yang memberikan pinjaman bagi perusahaan sebagai informasi untuk memastikan apakah pihak kreditur dapat menarik kembali dana yang telah dipinjamkan kepada perusahaan tersebut.

Analisis rasio rentabilitas dapat diketahui dari kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dan besarnya modal perusahaan yang akan digunakan, baik modal sendiri maupun modal asing. Analisis dari rasio rentabilitas ini dapat digunakan oleh berbgai pihak baik pihak internal maupun eksternal perusahaan guna mengetahui efisiensi perusahaan dalam menggunakan modal untuk menghasilkan laba. Karena pentingnya suatu analisis laporan keuangan dalam perusahaan, maka penulis tertarik dengan penulisan ilmiah yang berjudul “ANALISIS RASIO LAPORAN KEUANGAN PADA PT.TELKOM,Tbk”

Rumusan dan Batasan Masalah

Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah diatas maka rumusan masalah dalam penulisan ilmiah ini adalah apakah terdapat perbedaan analisis rasio keuangan dengan menggunakan metode likuditas, solvabilitas dan rentabilitas.

Batasan Masalah

Sehubungan dengan latar belakang masalah dan rumusan masalah diatas, maka penulis membatasi masalah tersebut dengan bagaimana perhitungan analisis rasio keuangan dengan menggunakan metode likuiditas, solvabilitas dan rentabilitas.

Tujuan Penelitian

Tujuan yang ingin dicapai dari penulis dalam penulisan ilmiah ini adalah :

1. Untuk membandingkan laporan keuangan dari tahun ketahun dengan menggunakan rasio likuiditas

2. Untuk membandingkan laporan keuangan dari tahun ketahun dengan menggunakan rasio solvabilitas

3. Untuk membandingkan laporan keuangan dari tahun ketahun dengan menggunakan rasio rentabilitas.

Manfaat Penelitian

Manfaat yang ingin dicapai oleh penulis agar bermanfaat dan berguna bagi manajemen perusahaan untuk membandingkan laporan keuangan dengan menggunakan 3 metode.

Metode Penelitian

Metode penelitian yang dilakukan penulis dalam melakukan pengumpulan data yang diperlukan dengan menggunakan cara sebagai berikut :

Objek Penelitian

Penulis menggunakan objek penelitian yaitu pada PT. Telkom,Tbk

Data / Variabel

1. Data Primer

2. Data Sekunder

Metode Pengumpulan Data / Variabel

Untuk mengumpulkan data yang lengkap dan relevan, penulis menggunakan metode pengumpulan data yang terdiri dari :

1. Studi pustaka

Yaitu dengan mencari referensi dari buku-buku yang dapat membantu penulis dalam menyusun penulisan ilmiah ini.

2. Studi Lapangan

a. Observasi : yaitu dengan melihat dan mempelajari secara langsung pada objek penelitian.

b. Wawancara : yaitu dengan menanyakan langsung kepada pihak-pihak perusahaan yang menangani suatu operasi yang berhubungan dengan penulisan ilmiah ini.

Alat Analisis yang digunakan

Analisis Deskriptif

Dengan menggunakan alat bantu deskriptif yaitu metode rasio likuiditas, solvabilitas dan rentabilitas.

LANDASAN TEORI

Kerangka Teori

Pengertian Laporan Keuangan

Setiap perusahaan mempunyai laporan keuangan yang bertujuan menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai laporan keuangan dalam pengambilan keputusan secara ekonomi. Laporan keuangan harus disiapkan secara periodik untuk pihak-pihak yang berkepentingan. Pengertian laporan keuangan menurut Baridwan (1992 : 17) laporan keuangan merupakan ringkasan dari suatu proses pencatatan transaksi-transaksi keuangan yang terjadi selama dua tahun buku yang bersangkutan. Menurut Sundjaja dan Barlian (2001 : 47) laporan keuangan adalah suatu laporan yang menggambarkan hasil dari proses akuntansi yang digunakan sebagai alat komunikasi untuk pihak-pihak yang berkepentingan dengan data keuangan atau aktivitas perusahaan.

Sedangkan definisi laporan keuangan menurut Munawir (1991 : 2) laporan keuangan pada dasarnya adalah hasil dari proses akuntansi yang dapat digunakan sebagai alat untuk mengkomunikasikan data keuangan atau aktivitas suatu perusahaan.
Dapat disimpulkan laporan keuangan adalah laporan akuntansi utama yang mengkomunikasikan informasi keuangan kepada pihak-pihak yang berkepentingan, sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan ekonomi.

Laporan keuangan adalah catatan informasi keuangan suatu perusahaan pada suatu periode akuntansi yang dapat digunakan untuk menggambarkan kinerja perusahaan tersebut. Laporan keuangan adalah bagian dari proses pelaporan keuangan.

Laporan keuangan perusahaan didasarkan pada aturan-aturan akuntansi dan harus memberikan informasi historis, kuantitatif dasar yang merupakan sekumpulan input yang penting yang digunakan dalam menghitung nilai-nilai ekonomis.

Neraca

Neraca yaitu laporan mengenai aktiva, hutang dan modal dari perusahaan pada suatu saat tertentu. Laporan neraca adalah salah satu laporan keuangan dalam akuntansi yang menunjukan keadaan keuangan secara sistematis dari suatu perusahaan pada saat tertentu dengan cara menyajikan daftar aktiva, utang dan modal pemilik perusahaan.

Neraca dibagi menjadi tiga bagian:

a. Aktiva, dibagi menjadi dua yaitu :
- Jangka panjang, yaitu jangka waktu lebih dari 1 tahun
- Jangka pendek, yaitu jangka waktu 1 tahun atau kurang dari 1 tahun.

b. Hutang dapat diklasifikasikan menjadi :
- Dijamin penuh, kreditor yang diberi jaminan sama atau lebih dari besarnya hutang- Dijamin sebagian, kreditor yang diberi jaminan kurang dari besarnya hutang
- Kreditur tidak dijamin, kreditor yang tidak diberi jaminan dalam bentuk barang-barang tertentu.

Laporan Laba Rugi

Laporan laba rugi yaitu laporan mengenai penghasilan, biaya, laba-rugi yang diperoleh suatu perusahaan selama periode tertentu. Laporan laba-rugi adalah salah satu laporan keuangan dalam akuntansi yang menggambarkan apakah suatu perusahaan mengalami laba atau rugi dalam satu periode akuntansi.

Rasio keuangan dibagi kedalam tiga bentuk umum yang sering dipergunakan yaitu : rasio likuiditas, rasio solvabilitas dan rasio rentabilitas

1. Ratio Likuiditas

Likuiditas adalah menunjukan kemampuan suatu perusahaan untuk memenuhi kewajiban keuangannya yang harus segera dipenuhi, atau kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban keuangan pada saat ditagih.

Rasio ini dibagi menjadi 3 bagian yaitu :

a. Current Ratio

Merupakan Rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban jangka pendeknya dengan menggunakan aktiva lancar yang dimiliki,

b. Quick Ratio

Merupakan rasio yang digunaka untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban jangka pendeknya dengan menggunakan aktiva yang lebih likuid .

c. Cash Ratio

Merupakan Rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban jangka pendek dengan kas yang tersedia dan yang disimpan diBank.

2. Ratio Solvabilitas

Pengertian Rasio Solvabilitas Dalam praktiknya untuk menutupi kekurangan akan kebutuhan dana, perusahaan memiliki beberapa pilihan sumber dana yang dapat digunakan. Pemilihan beberapa pilihan sumber dana yang dapat digunakan. Pemilihan sumber dana ini tergantung dari tujuan, syarat-syarat, keuntungan dan kemampuan perusahaan tentunya. Sumber-sumber dana secara garis besar dapat diperoleh dari modal sendiri dan pinjaman (bank atau lembaga keuangan lainnya). Perusahaan dapat memilih dana dari salah satu sumber tersebut atau kombinasi dari keduanya. Setiap sumber dana memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.

a. Total Debt to Equity Ratio

Rasio ini merupakan rasio utang yang digunakan untuk mengukur perbandingan antara total utang dengan total aktiva. Dengan kata lain, seberapa besar aktiva perusahaan dibiayai oleh utang atau seberapa besar utang perusahaan berpengaruh terhadap pengelolaan aktiva. Semakin tinggi rasio ini maka pendanaan dengan utang semakin banyak, maka semakin sulit bagi perusahaan untuk memperoleh tambahan pinjaman karena dikhawatirkan perusahan tidak mampu menutupi utang-utangnya dengan aktiva yang dimilikinya. Sebaliknya semakin rendah rasio ini maka semakin kecil perusahaan dibiayai dari utang. Standar pengukuran untuk menilai baik tidaknya rasio perusahaan, digunakan rasio rata-rata industri yang sejenis.

b. Total Debt to Total Asset Ratio

Rasio ini merupakan rasio yang digunakan untuk menilai utang dengan ekuitas. Rasio ini dicari dengan cara membandingkan antara seluruh utang termasuk utang lancar dengan seluruh ekuitas. Rasio ini berguna untuk mengetahui jumlah dana yang disediakan pinjaman (kreditor) dengan pemilik preusan. Dengan kata lain rasio ini berfungsi untuk mengetahui setiap rupiah modal sendiri yang dijadikan untuk jaminan utang.

Rasio ini merupakan perbandingan antara hutang lancar dan hutang jangka panjang dan jumlah seluruh aktiva diketahui. Rasio ini menunjukkan berapa bagian dari keseluruhan aktiva yang dibelanjai oleh hutang.

3. Ratio Rentabilitas (Ratio Profitabilitas)

Pada umumnya rentabilitas dapat diartikan sebagai suatu perbandingan antara laba yang diperoleh dalam operasi perusahaan dengan modal, dalam hal ini penulis akan mengemukakan beberapa pendapat antara lain:

Menurut pendapat S. Munawir, pengertian tentang rentabilitas sebagai berikut:

“ Rentabilitas atau profitabilitas adalah menunjukkan kemampuan perusahaan

untuk menghasilkan laba selama periode tertentu.”

Sedangkan menurut Bambang Riyanto memberikan pengertian rentabilitas adalahsebagai berikut:

“ Rentabilitas suatu perusahaan menunjukkan perbandingan antara laba denganaktiva atau modal yang menghasilkan laba tersebut. Dengan kata lain rentabilitaskemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba selama periode tertentu.”

Menurut Alex S. Nitisemito mengatakan sebagai berikut:

“ Rentabilitas adalah kemampuan suatu perusahaan untuk menghasilkan

keuntungan dibandingkan dengan modal yang digunakan dan dinyatakan dengan prosentase.”

Dari beberapa pendapat di atas maka dapat disimpulkan bahwa rentabilitas suatu perusahaan merupakan pencerminan kemampuan modal perusahaan yang bersangkutanuntuk mendapatkan keuntungan. Oleh karena rentabilitas merupakan pencerminan efisiensi suatu perusahaan di dalam menggunakan modal kerjanya, maka cara menggunakan tingkat rentabilitas untuk ukuran

efisiensi suatu perusahaan merupakan cara yang baik.

Dengan demikian maka jelaslah bahwa rentabilitas merupakan suatu hal yang sangat

penting bagi suatu perusahaan, sebagai suatu usaha efisiensi di mana setiap perusahaan

dalam operasinya selalu berusaha meningkatkan labanya agar asset rentabilitas sesuai

dengan standar.

Yang termasuk dalam ratio ini adalah :

a. Gross Profit Margin

Merupakan perandingan antar penjualan bersih dikurangi dengan Harga Pokok penjualan dengan tingkat penjualan, rasio ini menggambarkan laba kotor yang dapat dicapai dari jumlah penjualan.

b. Net Profit Margin

Merupakan rasio yang digunaka nuntuk mengukur laba bersih sesudah pajak lalu dibandingkan dengan volume penjualan.

c. Earning Power of Total investment

Merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan dari modal yang diinvestasikan dalam keseluruhan aktiva untuk menghasilkan keuntungan netto.

d. Return on Equity

Merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan dari modal sendiri untuk menghasilkan keuntungan bagi seluruh pemegang saham, baik saham biasa maupun saham preferen.

Kajian Penelitian Sejenis

Nama: Ulfa Fauziah

NPM: 20206994

Judul : Analisis Rasio Laporan Keuangan pada PT. Mayora, Tbk

Berdasarkan tujuan penelitian maka penganalisa rasio laporan keuangan dengan menggunakan rasio likuiditas adalah cukup baik, rasio solvabilitas adalah kurang baik, dan rasio rentabilitas adlaha baik.

Alat Analisis rasio

1. Rasio Likuiditas

2. Rasio Solvabilitas

3. Rasio Rentabilitas

Objek Penelitian

PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk. (TELKOM) merupakan perusahaan penyelenggara bisnis T.I.M.E (Telecommunication,Information,Media and Edutainmet) yang terbesar di Indonesia. Pengabdian TELKOM berawal pada 23 Oktober 1856, tepat saat dioperasikannya layanan telekomunikasi pertama dalam bentuk pengiriman telegraf dari Batavia (Jakarta) ke Buitenzorg (Bogor). Selama itu pula TELKOM telah mengalami berbagai transformasi.

Transformasi terakhir sekaligus yang disebut dengan NEW TELKOM Indonesia adalah transformasi dalam bisnis, transformasi infrastruktur, transformasi sistem dan model operasi dan transformasi sumber daya manusia. Transformasi tersebut resmi diluncurkan kepada pihak eksternal bersamaan dengan New Corporate Identity TELKOM pada tanggal 23 Oktober 2009, pada hari ulang tahun TELKOM yang ke 153. TELKOM juga memiliki tagline baru, The World in Your Hand.

Sampai dengan 31 Desember 2008 jumlah pelanggan TELKOM tumbuh 37% dari tahun sebelumnya sebanyak 68,6 juta pelanggan yang terdiri dari pelanggan telepon tidak bergerak kabel sejumlah 8,6 juta, pelanggan telepon tidak bergerak nirkabel sejumlah 12,7 juta pelanggan dan 65,3 juta pelanggan jasa telepon bergerak. Sejalan dengan lahirnya NEW TELKOM Indonesia, berbekal semangat positioning baru Life Confident manajemen dan seluruh karyawan TELKOM berupaya mempersembahkan profesionalitas kerja, serta produk dan layanan terbaik bagi pelanggan dan stakeholders.

Sepanjang Tahun 2008, berbagai penghargaan dan sertifikasi telah diterima oleh TELKOM, baik dari dalam maupun luar negeri antara lain, Sertifikasi ISO 9001:2000 dan ISO 9004:2000 untuk Divisi Enterprise Service dari TUV Rheinland International Indonesia; Penghargaan Sistem Kesehatan dan Keselamatan Kerja (SMK3) dan Kecelakaan Nihil 2008 dari Wakil Presiden RI; The Best Corporate Image category dalam ajang Most Admired Companies Awards ke 8 dari Frontier Consulting Group; Juara Umum 2007 Annual Report Award dari Menteri Keuangan RI; Juara Umum Anugerah Media Humas 2008 dari Bakorhumas CIO of The Year 2008 dalam Hitachi Data System IT Inspiration Awards; dan Penghargaan CEO dan Perusahaan Idaman dari Majalah Warta Ekonomi.

Saham TELKOM per 31 Desember 2008 dimiliki oleh pemerintah Indonesia (52,47%) dan pemegang saham publik (47,53%). Saham TELKOM tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI), New York Stock Exchange (NYSE), London Stock Exchange (LSE) dan Tokyo Stock Exchange, tanpa tercatat. Harga saham TELKOM di BEI pada akhir Desember 2008 sebesar Rp 6.900. Nilai kapitalisasi pasar saham TELKOM pada akhir tahun 2008 mencapai Rp 139,104 miliar atau 12,92 % dari kapitalisasi pasar BEI. Dengan pencapaian dan pengakuan yang diperoleh TELKOM, penguasaan pasar untuk setiap portofolio bisnisnya, kuatnya kinerja keuangan, serta potensi pertumbuhannya di masa mendatang, TELKOM menjadi model korporasi terbaik Indonesia.

Data/ variabel yang digunakan

Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder berupa :

1. Data laporan keuangan, neraca, dan laporan laba rugi tahun 2009.

2. Sejarah berdirinya perusahaan, perkembangan serta kegiatan perusahaan dan struktur organisasi.

Metode Pengumpulan Data

1. Metode Kepustakaan

Yaitu dengan mencari referensi dari buku-buku yang dapat membantu penulis dalam menyusun penulisan ilmiah ini.

2. Metode Interview

yaitu dengan menanyakan langsung kepada pihak-pihak perusahaan yang menangani suatu operasi yang berhubungan dengan penulisan ilmiah ini.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar