Rabu, 26 Mei 2010

SELURUH PELAKU TERORIS ADALAH SEMPALAN DARI JAMAAH DI TII / NII DAN NII KW9 alzaytun



Di Indonesia, organisasi seperti Darul Islam dan Negara Islam Indonesia (DI/NII) telah mewariskan keturunan baik ideologis ataupun biologis terhadap pelaku-pelaku teror saat ini. Secara resmi, organisasi DI/NII sudah lama tamat. Namun para pelaku teror di Indonesia dari tahun 2000 tidak bisa dilepaskan dari lingkaran organisasi ini, misalnya Fathurrahman Ghozi dan saudaranya Jabir alias Gempur adalah putra dari M. Zainuri, tokoh Komando Jihad asal Jawa Timur yang ditangkap pada zaman Ali Moertopo. Abu Durjana alias Aenul Bahri adalah murid tokoh DI, Ustadz Dadang Hafidz. Hambali (DPO Teroris Yang di tangkap A.S ), Heri Gulun ( Pelaku Bom Kuningan ), Asmar latin Sani ( pelaku Bom Marriot ) juga berasal dari gemblengan NII. Pun Abdullah Sungkar dan Abu Bakar Baasyir yang berasal dari lingkaran DI/NII. Lingkaran yang dimaksud adalah organisasi: keluarga besar DI/NII, dan ideologi: mendirikan sebuah negara Islam atau menegakkan syariat Islam di Indonesia.

ketokohan Noordin sebagai gembong teror sebenarnya tidak terlepas dari geliat gerakan Negara Islam Indonesia (NII), yang juga populer dengan sebutan DI/TII (Darul Islam/Tentara Islam Indonesia). Gerakan ini diproklamirkan oleh Sang Imam: Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo (SMK).

Seiring dengan penangkapan SMK pada tahun 1962 melalui sebuah operasi “Pagar Betis” yang cukup legendaris di kalangan aktivis NII, gerakan NII mulai terpecah menjadi beberapa faksi–meski ada yang bilang sebenarnya faksi itu hanya merepresentasikan basis wilayah gerakan saja.

Nah, di era tahun 1970-an dan 1980-an, muncul beberapa nama tokoh NII lanjutan, seperti Adah Djaelani (Mamak), Abu Darda, Rahmat Tahmid Basuki (keduanya putra SMK), dan Ajengan Masduki yang berbasis di Priangan. Sementara di Jawa Tengah, muncul nama Abdullah Sungkar dan Abu Bakar Baasyir. Menurut kalangan dalam NII, Abdullah Sungkar ketika itu adalah Amir NII Wilayah III Jateng, sedangkan Abu Bakar Baasyir adalah figur kepercayaan Abdullah Sungkar. Menurut kalangan dalam, baik Sungkar maupun Baasyir berbaiat kepada H. Ismail Pranoto (Hispran) pada tahun 1976–meskipun kemudian hal itu dibantah dalam pleidoi mereka.

Sungkar dan Baasyir pun kemudian bahu membahu dengan para tokoh DI lain, seperti Danu Muhammad Hassan, Aceng Kurnia, Adah Jaelani, dan Gaos Taufik. Sebagai catatan, Danu Muhammad Hassan adalah ayah dari Ketua Majelis Syuro PKS, Hilmi Aminuddin. Ketika para tokoh DI ini dituduh melakukan beberapa aksi teror, seperti pemboman Gereja Methodis di Medan, pemerintahan Soeharto mulai mengambil tindakan represif. Lebih dari 700 anggota dan tokoh DI di Sumatera Utara, Palembang, Lampung, Jakarta, Jawa Barat dan Jawa Timur ditangkap. Mereka yang ditangkap di antaranya Haji Ismail Pranoto (Hispran), Gaos Taufik, Danu Muhammad Hassan, Muhammad Darda, Timsar Zubil dll. Mereka dituding terlibat gerakan Komando Jihad yang bercita-cita mendirikan NII.

Basis gerakan DI pindah ke Jawa Tengah terutama Solo dan Yogyakarta. Aparat keamanan belum mengendus keterlibatan Abdullah Sungkar dan Abu Bakar Ba’asyir dalam gerakan Darul Islam. Abdullah Sungkar masih aktif berceramah, sementara Abu Bakar Ba’asyir lebih aktif mengurus pesantren. Ceramah-ceramah Sungkar dikenal keras. Salah satu tema paling ia sukai soal aqidah. Konsep aqidah Abdullah Sungkar sangat dipengaruhi pemikiran Muhammad bin Abdul Wahab, pendiri gerakan Wahabi.

sumber : http://www.nii-crisis-center.com/
ken_setia is offline

saat kotak rokokku berbicara

Saat malam pergantian tahun, seorang teman membelikanku sebungkus rokok yang tempatnya terbuat dari kuningan dan berbentuk kotak. Isinya bisa memuat 20 batang rokok yang biasa aku beli. Namun sayang, belum genap satu minggu, kotak rokok baru itu hilang.
Itu kusadari saat aku meninggalkan rumah sakit. Aku mengunjungi rumah sakit karena mendengar ada orang yang menjadi korban perampokan. Tapi ternyata kabar itu bohong. Karena terburu-buru, aku pergi tanpa mengingat-ingat apakah ada barang yang tertinggal. Belum lima menit berada di atas motor, aku sadar ada yang hilang. Kuraba kantong sebelah kanan jaket. Dan benar saja kotak rokok itu tertinggal.
Aku menduganya tertinggal di tembok dekat kursi panjang di dekat ruangan pemulasaran. Setiba di tujuan, bergegas aku menelpon seseorang yang masih berada di rumah sakit. “Tolong ambilin kotak rokokku ya,” pintaku. Dan suara seorang wanita di ujung telepon mengiyakannya.
Sebenarnya aku ingin mengambil kotak rokok itu, malam itu juga. Namun karena sesuatu hal, aku mengambilnya keesokan harinya. “Engga gratis ya. Kamu harus nraktir,” ujarnya. Karena aku tak mau kehilangan kotak rokokku yang baru, aku pun menyanggupinya.

Ceritaku ini tak ada kaitannya saat aku mentraktir perempuan itu. Namun ini pengalaman kotak rokokku ketika berada di tangan perempuan itu. Begini ceritanya. Setelah kotak rokok berada di dalam genggaman aku membawanya pulang. Tentu saja setelah proses traktir-mentraktir selesai.
Di rumah, aku meletakan kotak rokok kesayanganku itu di meja bundar di ruang tamu. Dengan tangan kanan aku lalu meraihnya dan membukanya. Kuambil satu batang dan kubakar ujungnya. Sesekali aku memandang kotak rokok berwarna perak itu. Dan kemudian aku merasa iri kepadanya. Iri karena kotak rokokku itu pernah mengunjungi rumah perempuan itu. Bahkan mungkin (dibawa) masuk ke dalam kamarnya.
Jelas saja aku iri, aku saja yang sudah mengenalnya cukup lama belum pernah ke rumahnya. Meski aku mengetahui alamat rumahnya. Makin lama memandangnya, sepertinya kotak rokokku itu bercerita. Ia bercerita tentang pengalamannya selama kurang lebih 36 jam bersama perempuan itu.

“Tiba-tiba jari-jari yang berbeda memegangku. Lalu aku dimasukan ke dalam tas kecil berwarna hitam. Saat pertama masuk, semuanya terasa gelap. Aku nyaris tak bisa melihat apa-apa. Tapi tak berapa lama aku mulai bisa beradaptasi dan melihat siapa saja temanku di dalam tas perempuan teman pemilikku.
Selain aku dan korek api gas berwarna ungu, di dalam tas itu ternyata ada notes, pulpen hitam, sebungkus tisu, mukena, dua buah telepon genggam nokia dan kadang syal berwarna dominan merah muda. Kadang tas itu dibuka. Lalu notes dan pulpen hitam menghilang. Tapi tak lama keduanya kembali lagi ke dalam. Kadang tisu yang menghilang, dan masuk lagi setelah beberapa lembarnya diambil.
Uuhhh panas ya di dalam sini. Notes lalu menimpali gumamanku itu. Iya di sini panas. Kami pun kemudian terlibat pembicaraan. Bukan hanya dengan notes, tapi juga dengan syal, mukena, dan pulpen hitam. Mereka bercerita tentang tuannya.
Katanya tuannya itu adalah anak bungsu dari tiga bersaudara. Kakak-kakaknya tinggal di luar kota. Jadi di rumah yang pagarnya bercat putih itu, ia tinggal bersama orangtuanya.
Percakapan kami sering terhenti karena tangan lentiknya kerap membuka resleting tas dan mengambil satu di antara kami. Seperti ketika sore hari, notes teman baruku itu tiba-tiba diambilnya. Lembar tiap lembar dibuka dan tulisan yang ada di dalamnya dibaca.
Setelah notes masuk kembali aku iseng bertanya. Apa saja yang dituliskan di halaman notes. Dan kata notes, yang ditulis kebanyakan kejadian kejahatan serta para pelakunya. Kadang ada juga korban kejahatan dan kronologis kejadiannya.
Menjelang malam, kami tiba di sebuah rumah dan dibawa ke satu kamar. Tas hitam yang menjadi tempat tinggalku di simpan di atas meja. Sayang aku tak bisa melihat isi kamar. Tak lama berselang, dua telepon genggam itu dibawa keluar. Kadang terdengar suara jari memencet keypad ponsel. Lalu terdengar ringtone tanda pesan singkat masuk. Sepertinya, penghuni kamar tengah saling mengirim pesan singkat. Dengan siapa ya? Belum terjawab pertanyaan itu aku terlelap.
Keesokan harinya aku kembali dibawa pergi. Bahkan sampai ke jalan tol segala naik sebuah mobil. Di mana pemilikku? Aku mulai rindu kepadanya. Sudah lama tidak ada isiku yang diambil. Meskipun sebenarnya aku senang ada di sini. Bertemu teman baru dan dibawa ke tempat baru yang menyenangkan.
Sekitar pukul 8 malam, perempuan yang membawaku tiba di sebuah pelataran parkir. Di mana ini? Plang sebuah tempat minum kopi terlihat. Tapi aku tak langsung dibawa ke situ. Langkah kecil membawaku ke sebuah toko. Mata perempuan itu nampak memperhatikan sepatu-sepatu di rak. Oh mungkin mau membeli sepatu.
Tapi dugaanku salah. Karena tak lama kemudian satu ponselnya berbunyi. Ia melangkah keluar dan bertemu dengan seseorang yang kukenal. Ternyata itu pemilikku. Dan setelah memesan kopi, es coklat dan roti bakar berbentuk ikan, aku dikembalikan.”

Lari Pagi


Murah meriah, sehat. Nah dalam rangka meningkatkan vitalitas, kesehatan fisik juga mental -inget Mens Sana in Corpore Sano, ok? Juga siapa tau bisa lihat yang manis-manis ganteng di lapangan olahraga (yang ternyata gagal total), saya mencanangkan lari pagi setiap hari minggu di lapangan olahraga Pajajaran Bandung. Bayar Rp 1500,- bisa lari sampe bengek, juga sesudahnya bisa makan-makan enak. Sebutlah bubur ayam, cakwe panas, lumpia basah, lumpia kering, susu murni KBPS Pengalengan, dan sebagainya.

Jam 6 pagi saya bersama adik saya yang mulai cemas liat pertumbuhan badannya yang pesat namun kesamping, sudah ready steady go di lapangan. Banyak juga peserta lari setiap pagi ini. Lari disini cukup nyaman karena lapangan olahraganya bersih dari tukang jualan tidak seperti gasibu yang lebih banyak tukang dagangnya dibanding orang yang datang, karena dipagar pembatas yang tinggi sekitar trek. Pedagang dilokalisasi di tempat terpisah.

Lari di lapangan olahraga lebih menyenangkan daripada lari di jalanan komplek. Lari berputar-putar tidak terasa, mungkin karena banyak orang ngos-ngosan yang senasib. Sambil lari bisa melihat di sudut lapangan rumput dibawah pepohonan menghadap ke arah timur, para manula, ada juga yang belum jadi manula, sedang berbuat eh melakukan gerakan Tai Chi diiringi musik yang suka jadi soundtrack para murid Shaolin kalau mau turun gunung itu lho. Saking asiknya melihat mereka, saya jadi kepingin juga daftar di perkumpulan pencinta lintas alam dan tai chi tersebut.

Banyak yang bisa dilihat disini, yang senam pagi ada, ada yang peregangan di kapstock eh apa sih palang buat ngangkat-ngangkat badan itu? Ada yang latihan tenaga dalam, ada yang jalan kaki, ada yang malah sibuk bergosip sambil lari. Ada juga serombongan ibu-ibu berkostum persis bunga flamboyan, dengan warna oranye mencolok mata, topi ala Laura Ingals dengan pinggiran kuning, juga lipstick merah menyala bak putik kembang tersebut. Ada pula yang cuma duduk-duduk.

Trek beberapa kali disiram air dari selang yang disemprotkan petugas, agar debu berwarna tanah merah itu tidak mengepul.

Sesudah lari lebih dari 7 keliling, saya kelaparan. Minum susu murni 1/2 liter dan kemudian berlanjut menjelajah melihat-lihat makanan di para pedagang sana. Ya tidak hanya melihat-lihat sih. hehehe. Menyenangkan lari-lari begini. Coba kalau banyak tempat di Bandung yang memadai untuk lari-lari begini. Mungkin pemuda bengong yang nongkrong pagi-pagi seperti ayam berjemur akan banyak berkurang.

cara mendidik anak

ara mendidik anak

Syekh uthaimin

Apabila telah tampak tanda-tanda tamyiz pada seorang anak, maka

selayaknya dia mendapatkan perhatian sesrius dan pengawasan yang

cukup. Sesungguhnya hatinya bagaikan bening mutiara yang siap

menerima segala sesuatu yang mewarnainya. Jika dibiasakan dengan hal-

hal yang baik, maka ia akan berkembang dengan kebaikan, sehingga

orang tua dan pendidiknya ikut serta memperoleh pahala. Sebaliknya,

jika ia dibiasakan dengan hal-hal buruk, maka ia akan tumbuh dengan

keburukan itu. Maka orang tua dan pedidiknya juga ikut memikul dosa

karenanya.

Oleh karena itu, tidak selayaknya orang tua dan pendidik melalaikan

tanggung jawab yang besar ini dengan melalaikan pendidikan yang baik

dan penanaman adab yang baik terhadapnya sebagai bagian dari haknya.

Di antara adab-adab dan kiat dalam mendidik anak adalah sebagai

berikut:

1. Hendaknya anak dididik agar makan dengan tangan kanan, membaca

basmalah, memulai dengan yang paling dekat dengannya dan tidak

mendahului makan sebelum yang lainnya (yang lebih tua, red).

Kemudian cegahlah ia dari memandangi makanan dan orang yang sedang

makan.

2. Perintahkan ia agar tidak tergesa-gesa dalam makan. Hendaknya

mengunyahnya dengan baik dan jangan memasukkan makanan ke dalam

mulut sebelum habis yang di mulut. Suruh ia agar berhati-hati dan

jangan sampai mengotori pakaian.

3. Hendaknya dilatih untuk tidak bermewah-mewah dalam makan (harus

pakai lauk ikan, daging dan lain-lain) supaya tidak menimbulkan

kesan bahwa makan harus dengannya. Juga diajari agar tidak terlalu

banyak makan dan memberi pujian kepada anak yang demikian. Hal ini

untuk mencegah dari kebiasaan buruk, yaitu hanya memen-tingkan perut

saja.

4. Ditanamkan kepadanya agar mendahulukan orang lain dalam hal

makanan dan dilatih dengan makanan sederhana, sehingga tidak terlalu

cinta dengan yang enak-enak yang pada akhirnya akan sulit bagi dia

melepaskannya.

5. Sangat disukai jika ia memakai pakaian berwarna putih, bukan

warna-warni dan bukan dari sutera. Dan ditegaskan bahwa sutera itu

hanya untuk kaumwanita.

6. Jika ada anak laki-laki lain memakai sutera, maka hendaknya

mengingkarinya. Demikian juga jika dia isbal (menjulurkan pakaiannya

hingga melebihi mata kaki). Jangan sampai mereka terbiasa dengan hal-

hal ini.

7. Selayaknya anak dijaga dari bergaul dengan anak-anak yang biasa

bermegah-megahan dan bersikap angkuh. Jika hal ini dibiarkan maka

bisa jadi ketika dewasa ia akan berakhlak demikian. Pergaulan yang

jelek akan berpengaruh bagi anak. Bisa jadi setelah dewasa ia

memiliki akhlak buruk, seperti: Suka berdusta, mengadu domba, keras

kepala, merasa hebat dan lain-lain, sebagai akibat pergaulan yang

salah di masa kecilnya. Yang demikian ini, dapat dicegah dengan

memberikan pendidikan adab yang baik sedini mungkin kepada mereka.

8. Harus ditanamkan rasa cinta untuk membaca al Qur'an dan buku-

buku, terutama di perpustakaan. Membaca al Qur'an dengan tafsirnya,

hadits-hadits Nabi n dan juga pelajaran fikih dan lain-lain. Dia

juga harus dibiasakan menghafal nasihat-nasihat yang baik, sejarah

orang-orang shalih dan kaum zuhud, mengasah jiwanya agar senantiasa

mencintai dan menela-dani mereka.

Dia juga harus diberitahu tentang buku dan faham Asy'ariyah,

Mu'tazilah, Rafidhah dan juga kelompok-kelompok bid'ah lainnya agar

tidak terjerumus ke dalamnya. Demikian pula aliran-aliran sesat yang

banyak ber-kembang di daerah sekitar, sesuai dengan tingkat

kemampuan anak.

9. Dia harus dijauhkan dari syair-syair cinta gombal dan hanya

sekedar menuruti hawa nafsu, karena hal ini dapat merusak hati dan

jiwa.

10. Biasakan ia untuk menulis indah (khath) dan mengahafal syair-

syair tentang kezuhudan dan akhlak mulia. Itu semua menunjukkan

kesempurnaan sifat dan merupakan hiasan yang indah.

11. Jika anak melakukan perbuatan terpuji dan akhlak mulia jangan

segan-segan memujinya atau memberi penghargaan yang dapat membahagia-

kannya. Jika suatu kali melakukan kesalahan, hendaknya jangan

disebar-kan di hadapan orang lain sambil dinasihati bahwa apa yang

dilakukannya tidak baik.

12. Jika ia mengulangi perbuatan buruk itu, maka hendaknya dimarahi

di tempat yang terpisah dan tunjukkan tingkat kesalahannya. Katakan

kepadanya jika terus melakukan itu, maka orang-orang akan membenci

dan meremehkannya. Namun jangan terlalu sering atau mudah memarahi,

sebab yang demikian akan menjadikannya kebal dan tidak terpengaruh

lagi dengan kemarahan.

13. Seorang ayah hendaknya menjaga kewibawaan dalam ber-komunikasi

dengan anak. Jangan menjelek-jelekkan atau bicara kasar, kecuali

pada saat tertentu. Sedangkan seorang ibu hendaknya menciptakan

perasaan hormat dan segan terhadap ayah dan memperingatkan anak-anak

bahwa jika berbuat buruk maka akan mendapat ancaman dan kemarahan

dari ayah.

14. Hendaknya dicegah dari tidur di siang hari karena menyebabkan

rasa malas (kecuali benar-benar perlu). Sebaliknya, di malam hari

jika sudah ingin tidur, maka biarkan ia tidur (jangan paksakan

dengan aktivitas tertentu, red) sebab dapat menimbulkan kebosanan

dan melemahnya kondisi badan.

15. Jangan sediakan untuknya tempat tidur yang mewah dan empuk

karena mengakibatkan badan menjadi terlena dan hanyut dalam

kenikmatan. Ini dapat mengakibatkan sendi-sendi menjadi kaku karena

terlalu lama tidur dan kurang gerak.

16. Jangan dibiasakan melakukan sesuatu dengan sembunyi-sembunyi,

sebab ketika ia melakukannya, tidak lain karena adanya keyakinan

bahwa itu tidak baik.

17. Biasakan agar anak melakukan olah raga atau gerak badan di waktu

pagi agar tidak timbul rasa malas. Jika memiliki ketrampilan memanah

(atau menembak, red), menunggang kuda, berenang, maka tidak mengapa

menyi-bukkan diri dengan kegiatan itu.

18. Jangan biarkan anak terbiasa melotot, tergesa-gesa dan bertolak

(berkacak) pinggang seperti perbuatan orang yang membangggakan diri.

19. Melarangnya dari membangga-kan apa yang dimiliki orang tuanya,

pakaian atau makanannya di hadapan teman sepermainan. Biasakan ia

ber-sikap tawadhu', lemah lembut dan menghormati temannya.

20. Tumbuhkan pada anak (terutama laki-laki) agar tidak terlalu

mencintai emas dan perak serta tamak terhadap keduanya. Tanamkan

rasa takut akan bahaya mencintai emas dan perak secara berlebihan,

melebihi rasa takut terhadap ular atau kalajengking.

21. Cegahlah ia dari mengambil sesuatu milik temannya, baik dari

keluarga terpandang (kaya), sebab itu merupakan cela, kehinaan dan

menurunkan wibawa, maupun dari yang fakir, sebab itu adalah sikap

tamak atau rakus. Sebaliknya, ajarkan ia untuk memberi karena itu

adalah perbuatan mulia dan terhormat.

22. Jauhkan dia dari kebiasaan meludah di tengah majlis atau tempat

umum, membuang ingus ketika ada orang lain, membelakangi sesama

muslim dan banyak menguap.

23. Ajari ia duduk di lantai dengan bertekuk lutut atau dengan

menegakkan kaki kanan dan menghamparkan yang kiri atau duduk dengan

memeluk kedua punggung kaki dengan posisi kedua lutut tegak.

Demikian cara-cara duduk yang dicontohkan oleh Rasulullah

Shallallaahu alaihi wa sallam.

24. Mencegahnya dari banyak berbicara, kecuali yang bermanfaat atau

dzikir kepada Allah.

25. Cegahlah anak dari banyak bersumpah, baik sumpahnya benar atau

dusta agar hal tersebut tidak menjadi kebiasaan.

26. Dia juga harus dicegah dari perkataan keji dan sia-sia seperti

melaknat atau mencaci maki. Juga dicegah dari bergaul dengan orang-

orang yang suka melakukan hal itu.

27. Anjurkanlah ia untuk memiliki jiwa pemberani dan sabar dalam

kondisi sulit. Pujilah ia jika bersikap demikian, sebab pujian akan

mendorongnya untuk membiasakan hal tersebut.

28. Sebaiknya anak diberi mainan atau hiburan yang positif untuk

melepaskan kepenatan atau refreshing, setelah selesai belajar,

membaca di perpustakaan atau melakukan kegiatan lain.

29. Jika anak telah mencapai usia tujuh tahun maka harus

diperintahkan untuk shalat dan jangan sampai dibiarkan meninggalkan

bersuci (wudhu) sebelumnya. Cegahlah ia dari berdusta dan

berkhianat. Dan jika telah baligh, maka bebankan kepadanya perintah-

perintah.

30. Biasakan anak-anak untuk bersikap taat kepada orang tua, guru,

pengajar (ustadz) dan secara umum kepada yang usianya lebih tua.

Ajarkan agar memandang mereka dengan penuh hormat. Dan sebisa

mungkin dicegah dari bermain-main di sisi mereka (mengganggu mereka).

31. Demikian adab-adab yang berkaitan dengan pendidikan anak di masa

tamyiz hingga masa-masa menjelang baligh. Uraian di atas adalah

ditujukan bagi pendidikan anak laki-laki. Walau demikian, banyak di

antara beberapa hal di atas, yang juga dapat diterapkan bagi

pendidikan anak perempuan.

Wallahu a'lam.

Dari mathwiyat Darul Qasim "tsalasun wasilah li ta'dib al abna''"

asy Syaikh Muhammad bin shalih al Utsaimin rahimahullah .

Diterjemahkan oleh, Ubaidillah Masyhadi

Elettaria cardamomum Maton

Kingdom: Plantae
Division: Magnoliophyta
Class: Liliopsida
Order: Zingiberales
Family: Zingiberaceae
Genus: Elettaria

Species: E. cardamomum


SINONIM
  • Amomum kapulaga Sprague
  • Amomum compactum Solad ex Maton
  • Amomum cardamomum Willd
  • Amomum capulaga Spangue & Burk
  • Alpinia striata Horst
  • Cardamomum minum Rumph
  • Elettaria major Smith

NAMA DAERAH

  • Kapulaga, Kardamon (Aceh, Melayu)
  • Palago, Pelaga, Puwar (Minangkabau)
  • Kapol, Kapol sebrang, Pelaga (Sunda)
  • Kapulogo, Kapulogo sabrang, Pulogo, Kapol sabrang (Jawa)
  • Kapolagha, Palagha (Madura)
  • Korkolaka (Bali)
  • Gandimong (Bugis)

MORFOLOGI Elettaria cardamomum

Elettaria cardamomum berupa herba tahunan. Tingginya mencapai 1-5 meter. Tumbuhnya bergerombol dan memiliki banyak anakan. Batang semu yang tersusun oleh pelepah-pelepah daun, berbentuk silindris dan berwarna hijau. Umbi batang agak besar dan gemuk.

Daun tunggal, tersebar, dan berwarna hijau tua. Helai daun licin atau agak berbulu, berbentuk lanset atau tombak, dengan pangkal dan ujung runcing dan tepi daun rata. Panjang daun sekitar 1-1,5 meter. Antara pelepah dan helai daun terdapat lidah yang ujungnya tumpul, panjang sekitar 0,5 cm.

Akar serabut dan berwarna putih kotor. Rimpang bulat panjang, bercabang simpodial, dan berwarna putih kekuningan. Pada awalnya cabang-cabang rimpang ini dibungkus oleh sisik-sisik yang pendek

Perbungaan berupa bulir (bongkol) yang kecil terletak di ujung batang, berwarna putih atau putih kekuningan. Tangkai bunga muncul dari umbi batang, menjuntai, ramping. kelopak panjang lebih kurang 1-1,5 cm, berbulu, berwarna hijau. Mahlota berbentuk tabung, panjang 1-1,5 cm, berwarna putih atau putih kekuningan. Taju biasanya lebih panjang dari tabungnya. Bibir bunga berwarna biru berlajur putih, tepinya kuning. Benang sari panjangnya 1-1,5 cm, kepala sari bentuk elips, panjang sekitar 2 mm. Tangkai putik tidak berbulu, kepala putik berbulu, berbentuk mangkok.

Buah berbentuk buah kotak, terdapat dalam tandan kecil-kecil dan pendek. Buah bulat memanjang, berlekuk, bersegitiga, agak pipih, kadang-kadang berbulu, berwarna putih kekuningan atau kuning kelabu. Buah beruang 3, setiap ruang dipisahkan oleh selaput tipis setebal kertas. Tiap ruang berisi 5-7 biji kecil-kecil, berbentuk bulat telur, diameter 2-3 mm, berwarna coklat atau hitam, beraroma harum yang khas. Dalam ruang biji-biji ini tersusun memanjang 2 baris, melekat satu sama lain.


FISIOLOGI Elettaria cardamomum

Kapulaga tumbuh liar di hutan primer dan hutan jati, di daerah pegunungan yang rendah dan tanahnya agak basah, bercurah hujan tinggi, atau di daerah yang selalu berawan, pada ketinggian 200-1000 m di atas permukaan laut. Kapulaga tumbuh subur di bawah naungan pohon-pohon kayu hutan, di tempat-tmpat yang sangat terlindung.

Tumbuhan ini tersebar hampir di seluruh Indonesia, terutama di Jawa Barat dan Sumatera Selatan. Selain di Indonesia, kapulaga banyak ditemukan di Srilangka, India, Guatemala, Tanzania, Papua Nugini, dan Malabar.

Kapulaga memiliki aroma sedap sehingga orang Inggris menyanjungnya sebagai grains of paradise. Aroma sedap ini berasal dari minyak atsisi pada kapulaga. Minyak atsiri ini mengandung 5 zat, yaitu :

  • Borneol ( sejenis terpena ) yang berbau kamper seperti yang tercium dalam getah pohon kapur barus
  • Alfa-terpinilasetat yang harum seperti bau jeruk pettigtain
  • Limonen yang juga harum seperti bau jeruk keprok
  • Alfa terpinen yang harum seperti jeruk sitrun
  • Sineol yang sedap agak pedas menghangatkan seperti minyak kayu putih
Kombinasi bau kamper, jeruk petigrain, jeruk keprok, jeruk sitrun, dan minyak kayu putih inilah yang membentuk aroma khas kapulaga.
Buah kapulaga mengandung minyak atsiri yang terutama mengandung sineol, terpineol, dan borneol. Kadar sineol lebih kurang 12 %. Di samping itu, buah kapulaga juga mengandung saponin, flavnoida, senyawa-senyawa polifenol, mangan, pati, gula, lemak, protein, dan silikat.
Biji mengandung 3-7 % minyak atsiri yang terdiri atas terpineol, terpinil asetat, sineol, alfa borneol, dan beta kamfer. Di samping itu, biji juga mengandung minyak lemak, protein, kalsium oksalat, dan asam kersik. Dengan penyulingan dari biji diperoleh minyak atsiri yang disebut Oleum Cardamomi, yang digunakan sebagai stimulans dan pemberi aroma.
Rimpangnya mengandung saponin, flavnoida, dan polifenol, di samping juga minyak atsiri.
Kapulaga mengalami adaptasi fotosintesis C4. Tumbuhan C4 dinamakan demikian karena tumbuhan ini mendahului siklus Calvin dengan fiksasi karbon lain yang membentuk senyawa berkarbon 4 sebagai produk pertamanya. Dalam tumbuhan C4 ini, terdapat 2 jenis sel fotosintetik yang jelas berbeda : sel seludang-berkas pembuluh dan sel mesofil. Sel seludang-berkas pembuluh disusun menjadi kemasan yang sangat padat di sekitar berkas pembuluh. di antara sel seludang-berkas pembuluh dan permukaan daun terdapat sel mesofil yag tersusun lebih longgar. Siklus Calvin terdapat pada kloroplas seludang-berkas pembuluh. Akan tetapi, siklus ini didahului oleh masuknya CO2 ke dalam senyawa organik dalam mesofil. Langkah pertama ialah penambahan CO2 pada fosfoenolpiruvat ( PEP ) untuk membentuk produk berkarbon 4 yaitu oksaloasetat. Enzim PEP karboksilase menambahkan CO2 pada PEP. Dibandingkan dengan rubisko, PEP karboksilase memiliki afinitas yang jauh lebih tinggi terhadap CO2. Oleh sebab itu, PEP karboksilase dapat memfiksasi CO2 secara efisien ketika rubisko tidak dapat melakukannya ( ketika hari panas dan kering ) stomata tertutup sebagian menyebabkan konsentrasi CO2 dalam daun berkurang dan konsentrasi O2 meningkat. Setelah tumbuhan C4 memfiksasi CO2, sel mesofil mengirimnya keluar produk berkarbon 4 ke sel seludang-berkas pembuluh melalui plasmodesmata. Dalam sel seludang-berkas pembuluh, senyawa berkarbon 4 melepaskan CO2 yang diasimilasi ulang dalam materi organik oleh rubisko dan siklus Calvin. Akibatnya, sel mesofil tumbuhan C4 memompa CO2 ke dalam sel seludang-berkas pembuluh, mempertahankan konsentrasi CO2 dalam sel seludang berkas pembuluh cukup tinggi agar rubisko dapat menerima CO2, bukan oksigen. Dengan cara ini, fotosintesis C4 meminimumkan fotorespirasi dan meningkatkan produksi gula. Adaptasi ini sangat bermanfaat dalam daerah panas dengan cahaya matahari yang banyak dan di ligkungan seperti inilah tumbuhan C4 muncul dan tumbuh subur.

15 Manfaat Minum Teh Plus-plus


teh hijau 15 Manfaat Minum Teh Plus plusApakah anda seorang penggemar teh? Berbahagialah, karena ada satu penelitian yang digagas badan kesehatan dunia [WHO] menemukan seabrek khasiat teh. Sudah banyak yang meneliti sebenarnya, tapi tetap saja ditemukan hal-hal baru tentang teh.

WHO sendiri mengadakan penyelidikan terhadap pengaruh berbagai minuman terhadap kesehatan di sejumlah besar negara, dan terakhir berpendapat bahwa teh sebagai minuman yang paling baik bagi orang dewasa dan usia lanjut. Daun teh mengandung protein, lemak, dan puluhan jenis vitamin serta kafein dan hampir 300 jenis komposisi, yang memiliki fungsi menyelaraskan fisiologi, berperan sebagai pemeliharaan kesehatan dari berbagai segi dan efek farmakodinamika.

Manfaat positif minum teh sangat banyak, bukan hanya 15 macam seperti yang saya tulis dalam judul di atas, namun juga plus-plus (bukan plus-plus yang “itu” ya…seperti pijat plus-plus, tapi memang manfaatnya sangat banyak). Secara umum ada 15 macam manfaat seperti di bawah ini:

  1. Teh bisa membangkitkan semangat orang, memperkuat kemampuan berpikir dan mengingat.
  2. Teh dapat menghilangkan rasa lelah, mendorong metabolisme, serta memiliki fungsi memelihara kemampuan reguler jantung, pembuluh darah, usus lambung dan fungsi lainnya.
  3. Minum teh memiliki manfaat yang sangat baik terhadap pencegahan kerusakan gigi. Menurut penyelidikan dari Inggris menunjukkan, bahwa anak-anak yang sering minum teh, kerusakan giginya dapat berkurang 60%.
  4. Minum teh dapat menghambat sel menjadi tua, sehingga bisa memperpanjang umur. Efek antipenuaan daun teh adalah 18 kali lipat lebih besar dari vitamin E.
  5. Minum teh dapat memperlambat dan mencegah pembentukan bintik lemak pada selaput dalam pembuluh darah, mencegah pengerasan pembuluh nadi, tekanan darah tinggi dan penyumbatan pembuluh darah otak
  6. Minum teh dapat merangsang saraf pusat dan memperkuat kemampuan gerakan.
  7. Minum teh mempunyai efek mengurangi berat badan dan efek kecantikan, khususnya teh wulong lebih nyata terhadap efek tersebut.
  8. Minum teh dapat mencegah katarak karena usia lanjut. Daun teh mengandung asam tanat yang dapat membunuh aneka macam bakteri, maka dapat mencegah dan menyembuhkan radang rongga mulut, radang kerongkongan tenggorokan dan radang usus maupun disentri yang mudah terjadi pada musim panas.
  9. Minum teh dapat melidungi fungsi pembuatan darah. Dalam daun teh mengandung zat proteksi radiasi, menonton TV sambil minum teh dapat mengurangi bahaya radiasi TV, sekaligus dapat melindungi penglihatan.
  10. Minum teh dapat memelihara keseimbangan asam dan basa dalam darah. Daun teh mengandung kafein, theophilline (basa teh), theobromine (basa kakao), xanthine (purine kuning) dan lain-lain zat alkaloid, adalah suatu minuman bersifat basa yang sangat baik.
  11. Air teh bisa dengan segera diserap ke dalam tubuh dan dioksidasi, mengahasilkan kekentalan metabolit sifat basa yang lebih tinggi, dengan demikian dapat dengan segera menetralisir metabolit bersifat basa dalam darah.
  12. Mencegah kepanasan oleh matahari dan menurunkan suhu badan. Setelah 9 menit minum teh hangat, suhu kulit menurun 1-2 Celcius, sehingga orang merasa segar dan kering, sedangkan setelah minum minuman dingin suhu kulit menurun tidak jelas seberapa.
  13. Daun teh mengandung tidak sedikit unsur mikronutrein yang bermanfaat terhadap tubuh.
  14. Daun teh memiliki efek mengekang tumor ganas, dan dapat secara nyata menghambat pertumbuhan sel kanker.
  15. Teh hijau bisa menjadi gel anti-HIV vagina yang efektif, artinya bisa mencegah penularan HIV melalui air mani atau sperma.

Nah, selain ke-15 manfaat teh di atas, masih ada manfaat tambahan yang justru bisa membuat orang semakin suka minum teh, apalagi jika teh tersebut dibuat berdasarkan penelitian secara bioteknologi modern yang terinspirasi dari ramuan kuno 5000 tahun kerajaan Tiongkok.

Penelitian kedokteran dari dulu sampai sekarang mengemukakan jika di dalam tubuh terdapat kolesterol dan jenis minyak lain dalam kadar tinggi, dan sementara tidak terjadi metabolisme yang normal untuk menguraikannya, maka akan terjadi penumpukan zat lemak berbentuk bubuk pada pembuluh darah. Ini lazim disebut pengerasan pembuluh darah (arteriosclerosis) oleh zat mirip bubur yang akan menghambat aliran normal darah di dalam pembuluh darah.

Titehantilipemic 15 Manfaat Minum Teh Plus plusSaat ini telah muncul sebuah teh dengan multi fungsi yang sangat canggih sebagai penghancur lemak darah. Teh ini menggunakan teh hijau sebagai bahan utama, ditambahkan gymnostemma pentaphyllum, folium nelumbines, radix polygoni mutifori, flos buddijae. Dengan tambahan jenis bahan produk ini, membuat teh yang diberi nama Jiang Zhi Tea (Ciang Ce Cha = Teh Penghancur Lemak) memiliki tambahan manfaat yang super selain ke-15 manfaat teh di atas. Yaitu :

  1. Mengatasi asam urat, darah tinggi, kolesterol tinggi, rematik, dan masalah insomnia.
  2. Membersihkan darah dari tumpukan lemak dan trigliserida.
  3. Menurunkan kadar lemak jahat (LDL), pengerasan pembuluh darah (arteriosclerosis) dan kepekatan darah.
  4. Meningkatkan kadar HDL (lemak baik) dan mengatur jumlah protein lemak (lipoprotein).
  5. Mencegah penyakit jantung dan memperkuat fungsi hati.
  6. Mencegah gigi cepat/mudah tanggal, rambut cepat putih atau beruban.
  7. Memperbaiki penglihatan yang terganggu dan mencerahkan wajah. Penglihatan yang terganggu seperti mata minus (myopia), rabun dekat (hipermetropia), katarak, glukoma, dsb. Cara penggunaannya seperti larutan pencuci mata (sejenis boorwater).
  8. Manfaat jangka waktu lama, memberikan efek penurunan berat badan/melangsingkan badan dan memperpanjang usia. Makanya orang-orang China dan kaisar serta ratu di China usianya panjang-panjang dan awet muda, kemungkinan disebabkan mereka rajin minum teh dengan ramuan khas ini.
  9. Jika ampasnya digosokkan ke kulit, dapat mencerahkan warna kulit dan menghilangkan selulit atau bekas kerutan kulit akibat kegemukan.
  10. Bahkan kotak pembungkusnya pun bermanfaat untuk dijadikan pembungkus kado. (ini serius lho…soalnya memang kotaknya bagus dan keras, cocok untuk pembungkus kado ukuran kecil).

Ternyata banyak sekali ya manfaat minum teh, apalagi jika minumnya teh plus-plus…tentu semakin banyak manfaat yang didapat, selain sehat sepanjang usia, potensi penghasilan pun bisa didapat. Ini bener lho, mari kita bicarakan lebih lanjut kalo penasaran.

SEJARAH PULAU SABANG


Sabang telah dikenal luas sebagai pelabuhan alam bernama Kolen Station oleh pemerintah kolonial Belanda sejak tahun 1881. Pada tahun 1887, Firma Delange dibantu Sabang Haven memperoleh kewenangan menambah, membangun fasilitas dan sarana penunjang pelabuhan. Era pelabuhan bebas di Sabang dimulai pada tahun 1895, dikenal dengan istilah vrij haven dan dikelola Maatschaappij Zeehaven en Kolen Station yang selanjutnya dikenal dengan nama Sabang Maatschaappij. Perang Dunia II ikut mempengaruhi kondisi Sabang dimana pada tahun 1942 Sabang diduduki pasukan Jepang, kemudian dibombardir pesawat Sekutu dan mengalami kerusakan fisik hingga kemudian terpaksa ditutup.

Pada masa awal kemerdekaan Indonesia, Sabang menjadi pusat Pertahanan Angkatan Laut Republik Indonesia Serikat (RIS) dengan wewenang penuh dari pemerintah melalui Keputusan Menteri Pertahanan RIS Nomor 9/MP/50. Semua aset Pelabuhan Sabang Maatschaappij dibeli Pemerintah Indonesia. Kemudian pada tahun 1965 dibentuk pemerintahan Kotapraja Sabang berdasarkan UU No 10/1965 dan dirintisnya gagasan awal untuk membuka kembali sebagai Pelabuhan Bebas dan Kawasan Perdagangan Bebas.

Gagasan itu kemudian diwujudkan dan diperkuat dengan terbitnya UU No 3/1970 tentang Perdagangan Bebas Sabang dan UU No 4/1970 tentang ditetapkannya Sabang sebagai Daerah Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas. Dan atas alasan pembukaan Pulau Batam sebagai Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam, Sabang terpaksa dimatikan berdasarkan UU No 10/1985. Kemudian pada tahun 1993 dibentuk Kerja Sama Ekonomi Regional Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT) yang membuat Sabang sangat strategis dalam pengembangan ekonomi di kawasan Asia Selatan.

Pada tahun 1997 di Pantai Gapang, Sabang, berlangsung Jambore Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek) yang diprakarsai BPPT dengan fokus kajian ingin mengembangkan kembali Sabang. Disusul kemudian pada tahun 1998 Kota Sabang dan Kecamatan Pulo Aceh dijadikan sebagai Kawasan Pengembangan Ekonomi Terpadu (KAPET) yang bersama-sama KAPET lainnya.diresmikan oleh Presiden BJ Habibie dengan Keppes No. 171 tanggal 28 September 1998.

Era baru untuk Sabang, ketika pada tahun 2000 terjadi Pencanangan Sabang sebagai Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas oleh Presiden KH. Abdurrahman Wahid di Sabang dengan diterbitkannya Inpres No. 2 tahun 2000 pada tanggal 22 Januari 2000. Dan kemudian diterbitkannya Peraturan Pemerintah pengganti Undang-Undang No. 2 tahun 2000 tanggal 1 September 2000 selanjutnya disahkan menjadi Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2000 tentang Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang.

Aktifitas Pelabuhan Bebas dan Perdagangan Bebas Sabang pada tahun 2002 mulai berdenyut dengan masuknya barang-barang dari luar negeri ke Kawasan Sabang. Tetapi pada tahun 2004 aktifitas ini terhenti karena Aceh ditetapkan sebagai Daerah Darurat Militer.

Sabang juga mengalami Gempa dan Tsunami pada tanggal 26 Desember 2004, namun karena palung-palung di Teluk Sabang yang sangat dalam mengakibatkan Sabang selamat dari tsunami. Sehingga kemudian Sabang dijadikan sebagai tempat transit Udara dan Laut yang membawa bantuan untuk korban tsunami di daratan Aceh. Badan Rekontruksi dan Rehabilitasi (BRR) Aceh-Nias menetapkan Sabang sebagai tempat transit untuk pengiriman material kontruksi dan lainnya yang akan dipergunakan di daratan Aceh.
Quote:
LETAK GEOGRAFIS

Wilayah administrasi Kota Sabang, secara geografis, terletak di antara 95° 13' 02" dan 95° 22' 36" Bujur Timur, dan antara 05° 46' 28" dan 05° 54' 28" Lintang Utara. Dari segi geografis Indonesia, wilayah Kota Sabang merupakan wilayah administratif paling barat, dan berbatasan langsung dengan negara tetangga yaitu Malaysia, Thailand dan India.

Wilayah Kota Sabang dikelilingi oleh Selat Malaka di Utara, Samudera Hindia di Selatan, Selat Malaka di Timur dan Samudera Hindia di Barat.

Kota Sabang terdiri atas 5 (lima) buah pulau yaitu Pulau Weh (121 km2), Pulau Rubiah (0,357 km2), Pulau Seulako (0,055 km2), Pulau Klah (0,186 km2), dan Pulau Rondo (0,650 km2). Di Pulau Weh terdapat sebuah danau air tawar bernama Aneuk Laot.

Keadaan topografi Kota Sabang pada umumnya bergelombang, berbukit-bukit sedang sampai curam dan di sepanjang pantai penuh dengan batu-batuan. Topografis wilayah secara umum terbagi menjadi 3% dataran rendah, 10% dataran bergelombang, 35% berbukit, dan 52% berbukit sampai bergunung.

Pulau Weh merupakan sebuah pulau vulkanik, sebuah pulau atol (pulau karang) yang proses terjadinya mengalami pengangkatan dari permukaan laut. Proses terjadinya dalam tiga tahapan, terbukti dari adanya tiga teras yang terletak pada ketinggian yang berbeda.

Umumnya Pulau Weh terdiri atas dua jenis batuan, yaitu tuf marina dan batuan inti. Tuf marina dijumpai hampir sepanjang pantai sampai pada ketinggian 40 sampai 50 meter. Lapisan tuf yang terlebar didapat di sekitar kota Sabang, di bagian pantai berlapis sempit. Batuan sempit adalah batuan vulkanik yang bersifat andesitik.

Berdasarkan wilayah, tampak bahwa wilayah Barat pulau Weh terdapat topografi paling berat. Mulai dari Sarong Kris sebagai puncak tertinggi di sebelah Timur, terdapat tiga barisan punggung yang berjolak menuju ke Barat Laut, sehingga lembah-lembah yang ada di antara punggung itu sempit.

Topografi di sebelah Timur terdapat sebuah pegunungan yang arahnya dari Utara ke Selatan yang memisahkan Pulau Weh Timur dengan bagian lainnya. Gunung Leumo Mate merupakan puncak yang tertinggi. Di bagian ini terdapat lapisan tuf marina yang lebih besar. Di antara bagian Barat dan Timur terdapat aliran dua buah sungai, yaitu Sungai Pria Laot dan Sungai Raya. Daerah ini merupakan sebuah slenk dari sebuah fleksun (patokan yang tidak sempurna).

Kondisi geologis wilayah ini terdiri dari 70% batuan vulkanis (andesite), 27% batuan sedimen (line stone dan sand stone), dan 3% endapan aluvial (recent deposit).

Pulau Weh mengalami dua musim, yaitu musim hujan dan musim kemarau. Musim hujan lazimnya jatuh pada bulan September sampai Pebruari. Musim kemarau pada bulan Maret hingga bulan Agustus. Menurut hasil pengukuran Stasiun Meteorologi Sabang, curah hujan yang tercatat rata-rata 1.745 - 2.232 mm/tahun, dengan angka terendah pada bulan Maret sebesar 18 mm dan angka tertinggi pada bulan September sebesar 276 mm. Pada bulan September dan Oktober terjadi peralihan dari musim kemarau ke musim penghujan.